Benarkah Black Garlic Bawang Putih Hitam berkhasiat mencegah dan mengobati Kanker ??
Berdasarkan penelitian Sato 2015, Black garlic dpt meningkatkan kandungan polifenol sebanyak 7 KALI LIPAT dibandingkan bawang putih segar.
Polifenol adalah senyawa kimia dengan kandungan antioksidan kuat sehingga mampu menangkap radikal bebas yg dapat mengurangi resiko kanker.
Penelitian lain oleh Zhu 2008,Kim 2012 memperlihatkan aktivitas antioksidan black Garlic lbh kuat dr bawang segar dlm menangkap radikal bebas.
Jadi BG memang terbukti secara ilmiah mampu mencegah resiko penyakit kanker dengan kandungan antioksidan yg tinggi didalamnya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Menghua Dong, dkk pada tahun 2013 dengan judul “ Aged black garlic extract inhibits HT29 colon cancer cell growth via the P13K/Akt signaling pathway” didapatkan hasil bahwa ekstrak black garlic mampu menghambat pertumbuhan sel kanker pada kolon dengan cara menginduksi apoptosis (kematian sel) sel. Daya hambat pertumbuhan sel kanker bergantung pada konsentrasi dan juga lamanya pemberian, semakin lama dan besar konsentrasi yang diberikan, semakin besar pula tingkat apoptosis sel kanker. Pada tahun 2011 Xin Wang dkk juga melakukan penelitian dengan judul “ Aged black garlic extract induces inhibition of garlic cancer cell growth in vitro and in
4 vivo “. Dalam penelitiannya Xin Wang ingin mengetahui apakah ekstrak black garlic dapat menghambat pertumbuhan tumor di organ yang berbeda dengan cara menyuntikkan sejumlah sel pemicu kanker pada hewan coba sehingga menghasilkan objek penelitian dengan tumor pada lambungnya. Selama percobaan, volume tumor diukur pada kelompok yang berbeda masing-masing 1, 4, 7, 11 dan 14 hari. Dari hasil percobaan tersebut dapat diketahui bahwa volume tumor pada tikus yang telah diberi perlakuan ekstrak black garlic dengan tiga dosis yang berbeda secara signifikan mengalami penurunan, kemudian pada hari terakhir (hari ke-14) tikus dikorbankan dan diambil jaringan limpa, timus dan tumor untuk kemudian ditimbang. Hasilnya, bobot tumor pada tikus percobaan yang telah diberi perlakuan dengan ekstrak black garlic menunjukkan penurunan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif.Selain itu, perlu diketahui bahwa tidak ada efek toksisitas bersamaan dengan pemantauan berat badan yang telah diamati pada tikus yang telah diberi perlakuan dengan ekstrak black garlic.
Tidak hanya itu Il Sook Choi, dkk pada tahun 2014 juga melakukan penelitian dengan judul “ Physicochemical and Antioxidant Properties of Black Garlic” yang menunjukkan hasil yang mengejutkan bahwa black garlic memiliki aktivitas antiradical yang kuat dalam uji penangkapan aktivitas radikal bebas terhadap hewan coba. Dan secara signifikan nilai yang didapatkan mengenai kemampuannya dalam menangkap aktivitas radikal bebas lebih tinggi dibandingkan dengan bawang putih mentah .Dalam penelitiannya Il Sook Choi menyebutkan bahwa salah satu senyawa yang berperan sebagai antioksidant kuat yang terdapat pada black garlic adalah polifenol. Dimana polifenol yang terdapat pada black garlic tersebut dapat mengalami peningkatan beberapa kali lipat selama proses fermentasi dibanding dengan bawang putih mentah.
Dari beberapa hasil penelitian tersebut, terdapat kesesuaian dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli yang menunjukkan bahwa black garlic mengandung senyawa antioksidant kuat berupa polifenol yang berperan sebagai penangkap radikal bebas sehingga dapat mengurangi resiko penyakit kanker.
Hasil penelitian dari Xinxian Zhu, dkk pada tahun 2013 dengan judul “Polyphenol extract of Phyllantus emblica (PEEP) induce inhibition of cell proliferation and triggers apoptosis in cervical cancer cells”. Menunjukkan bahwa senyawa polifenol pad PE (Phylanthus Emblica) yang dikenal sebagai tanaman gooseberry di Indian atau Nepal mampu menginduksi apoptosis sel pada tikus dan sel kanker manusia. Tidak hanya itu, polifenol juga mampu menghambat beberapa jenis sel kanker diantaranya sel kanker paru-paru, sel kanker hati, sel kanker serviks, sel kanker payudara, sel kanker prostat dan sel kanker kolon. Pada penelitiannya Xinxian Zhu menjelaskan bahwa apoptosis sel kanker dilakukan dengan cara menginduksi tiga protein yang berperan dalam apoptosis sel yaitu (Fas, Fas L dan cleavage capase-8) sehingga mampu mengaktifkan jalur apoptosis sel kanker pada serviks. Dari hasil penelitian diatas dapat diasumsikan bahwa dengan kandungan senyawa yang sama berupa polifenol yang cukup tinggi pada black garlic, kemungkinan besar black garlic juga mampu menginduksi sel kanker dengan cara yang sama dan memicu apoptosis sel kanker serviks pada hewan coba.
Sumber Artikel : http://repository.poltekkesmajapahit.ac.id/index.php/PUB-KEP/article/view/505
Polifenol adalah senyawa kimia dengan kandungan antioksidan kuat sehingga mampu menangkap radikal bebas yg dapat mengurangi resiko kanker.
Penelitian lain oleh Zhu 2008,Kim 2012 memperlihatkan aktivitas antioksidan black Garlic lbh kuat dr bawang segar dlm menangkap radikal bebas.
Jadi BG memang terbukti secara ilmiah mampu mencegah resiko penyakit kanker dengan kandungan antioksidan yg tinggi didalamnya.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Menghua Dong, dkk pada tahun 2013 dengan judul “ Aged black garlic extract inhibits HT29 colon cancer cell growth via the P13K/Akt signaling pathway” didapatkan hasil bahwa ekstrak black garlic mampu menghambat pertumbuhan sel kanker pada kolon dengan cara menginduksi apoptosis (kematian sel) sel. Daya hambat pertumbuhan sel kanker bergantung pada konsentrasi dan juga lamanya pemberian, semakin lama dan besar konsentrasi yang diberikan, semakin besar pula tingkat apoptosis sel kanker. Pada tahun 2011 Xin Wang dkk juga melakukan penelitian dengan judul “ Aged black garlic extract induces inhibition of garlic cancer cell growth in vitro and in
4 vivo “. Dalam penelitiannya Xin Wang ingin mengetahui apakah ekstrak black garlic dapat menghambat pertumbuhan tumor di organ yang berbeda dengan cara menyuntikkan sejumlah sel pemicu kanker pada hewan coba sehingga menghasilkan objek penelitian dengan tumor pada lambungnya. Selama percobaan, volume tumor diukur pada kelompok yang berbeda masing-masing 1, 4, 7, 11 dan 14 hari. Dari hasil percobaan tersebut dapat diketahui bahwa volume tumor pada tikus yang telah diberi perlakuan ekstrak black garlic dengan tiga dosis yang berbeda secara signifikan mengalami penurunan, kemudian pada hari terakhir (hari ke-14) tikus dikorbankan dan diambil jaringan limpa, timus dan tumor untuk kemudian ditimbang. Hasilnya, bobot tumor pada tikus percobaan yang telah diberi perlakuan dengan ekstrak black garlic menunjukkan penurunan dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif.Selain itu, perlu diketahui bahwa tidak ada efek toksisitas bersamaan dengan pemantauan berat badan yang telah diamati pada tikus yang telah diberi perlakuan dengan ekstrak black garlic.
Tidak hanya itu Il Sook Choi, dkk pada tahun 2014 juga melakukan penelitian dengan judul “ Physicochemical and Antioxidant Properties of Black Garlic” yang menunjukkan hasil yang mengejutkan bahwa black garlic memiliki aktivitas antiradical yang kuat dalam uji penangkapan aktivitas radikal bebas terhadap hewan coba. Dan secara signifikan nilai yang didapatkan mengenai kemampuannya dalam menangkap aktivitas radikal bebas lebih tinggi dibandingkan dengan bawang putih mentah .Dalam penelitiannya Il Sook Choi menyebutkan bahwa salah satu senyawa yang berperan sebagai antioksidant kuat yang terdapat pada black garlic adalah polifenol. Dimana polifenol yang terdapat pada black garlic tersebut dapat mengalami peningkatan beberapa kali lipat selama proses fermentasi dibanding dengan bawang putih mentah.
Dari beberapa hasil penelitian tersebut, terdapat kesesuaian dari beberapa hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli yang menunjukkan bahwa black garlic mengandung senyawa antioksidant kuat berupa polifenol yang berperan sebagai penangkap radikal bebas sehingga dapat mengurangi resiko penyakit kanker.
Hasil penelitian dari Xinxian Zhu, dkk pada tahun 2013 dengan judul “Polyphenol extract of Phyllantus emblica (PEEP) induce inhibition of cell proliferation and triggers apoptosis in cervical cancer cells”. Menunjukkan bahwa senyawa polifenol pad PE (Phylanthus Emblica) yang dikenal sebagai tanaman gooseberry di Indian atau Nepal mampu menginduksi apoptosis sel pada tikus dan sel kanker manusia. Tidak hanya itu, polifenol juga mampu menghambat beberapa jenis sel kanker diantaranya sel kanker paru-paru, sel kanker hati, sel kanker serviks, sel kanker payudara, sel kanker prostat dan sel kanker kolon. Pada penelitiannya Xinxian Zhu menjelaskan bahwa apoptosis sel kanker dilakukan dengan cara menginduksi tiga protein yang berperan dalam apoptosis sel yaitu (Fas, Fas L dan cleavage capase-8) sehingga mampu mengaktifkan jalur apoptosis sel kanker pada serviks. Dari hasil penelitian diatas dapat diasumsikan bahwa dengan kandungan senyawa yang sama berupa polifenol yang cukup tinggi pada black garlic, kemungkinan besar black garlic juga mampu menginduksi sel kanker dengan cara yang sama dan memicu apoptosis sel kanker serviks pada hewan coba.
www.satuherbal.com menyediakan Black garlic Bawang hitam dr bawang putih biasa dan bawang lanang ( tunggal ) dengan kualitas premium
Info produk dan pemesanan :
sms/wa 085851234232
pin BlackBerry 2AE20275
LINE : www.satuherbal.com
Sumber Artikel : http://repository.poltekkesmajapahit.ac.id/index.php/PUB-KEP/article/view/505

Komentar
Posting Komentar